Ketahanan Keluarga yang Utama

Harta yang paling berharga adalah keluarga

Istana yang paling indah adalah keluarga

Puisi yang paling bermakna adalah keluarga

Mutiara tiada tara adalah keluarga

(Ost. Keluarga Cemara)

Lagu soundtrack tersebut mengingatkan kita kembali pada sebuah sinetron televisi yang populer ditahun 90an. Sinetron yang menceritakan tentang kehidupan sebuah keluarga kecil dengan tiga orang anaknya, tipikal keluarga kelas menengah ke bawah Indonesia. Namun kehidupannya senantiasa gembira dan bahagia dengan menerima segala kondisi yang dimilikinya dengan penuh rasa syukur. Generasi remaja saat ini mungkin tidak banyak yang mengetahuinya apabila ditanyakan tentang Keluarga Cemara, namun akan lebih cepat memberikan jawaban apabila ditanya tentang artis Korea seperti Lee Min Hoo dan lainnya.

Berbicara mengenai ketahanan keluarga untuk saat ini menjadi suatu hal yang utama. Terutama dengan perkembangan situasi dan kondisi di Indonesia belakangan ini, dengan semakin  maraknya kejadian-kejadian intoleransi dan berujung pada kekerasan yang diakibatkan oleh perbedaan-perbedaan pandangan di masyarakat. Demikian pula kekerasan yang dialami oleh perempuan dan anak juga semakin meningkat. Berdasarkan data dari Komnas Perempuan, terdapat 259.150 kasus kekerasan terhadap perempuan yang ditangani selama tahun 2016. Kekerasan yang paling banyak terjadi di ranah personal menurut data PA sebanyak 245.548 kasus kekerasan terhadap istri yang berujung perceraian.

Berangkat dari data-data tersebut, maka muncul istilah Indonesia darurat kekerasan terhadap perempuan dan anak. Hal itu disebabkan dengan tingginya statistik kasus-kasus kekerasan terhadap perempuan dan anak yang meningkat setiap tahunnya sebagaimana terlaporkan dalam Catatan Tahunan Komnas Perempuan tahun 2017. Negara dalam hal ini pemerintah melalui Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak juga turut memberikan perhatian yang besar. Melalui program three ends merupakan strategi yang digunakan untuk mengakhiri kekerasan terhadap perempuan dan anak. Three ends tersebut yaitu End Violence Against Women and Children (Akhiri Kekerasan terhadap Perempuan dan Anak); End Human Trafficking (Akhiri Perdagangan Manusia), dan End Barriers To Economic Justice (Akhiri Kesenjangan Ekonomi terhadap perempuan).

Ketahanan keluarga merupakan salah satu hal yang dapat dilakukan untuk mengurangi beberapa permasalahan tersebut. Ketahanan keluarga sendiri adalah kemampuan keluarga untuk mengembangkan dirinya untuk hidup secara harmonis, sejahtera dan bahagia lahir dan batin (PP No.21 th 1994). Sudah kita ketahui bersama bahwa keluargalah yang pertama dan paling utama di dalam membentuk kepribadian seseorang. Sebagaimana fungsi keluarga di dalam Peraturan Pemerintah No. 21 tahun 1994 tentang  Penyelenggaraan Pembangunan Keluarga Sejahtera. Disebutkan ada 8 fungsi keluarga yaitu keagamaan, sosial budaya, cinta kasih, perlindungan, reproduksi, sosialisasi dan pendidikan, ekonomi serta pembinaan lingkungan. Maka ketika 8 fungsi dalam keluarga tersebut dilakukan dengan baik, setidaknya kepribadian orang yang terbentuk akan menjadi lebih baik pula.

Dengan kepribadian yang baik maka semakin sedikit atau bahkan dapat dihilangkan orang-orang yang melakukan perbuatan kekerasan terhadap sesama terutama terhadap perempuan dan anak. Ajaran dalam keluarga yang penuh dengan nuansa keagamaan, dibalut cinta kasih serta saling memberikan perlindungan  akan semakin meminimalisir perbuatan-perbuatan berbau kekerasan tersebut. Semoga apa yang tertuang dalam syair lagu soundtrack Keluarga Cemara tersebut menjadi sebuah pegangan dalam hidup berkeluarga.