MBICT4D – Simulasi Bantuan Dana Tunai Dengan Menggunakan Voucher di Yogyakarta

warga membelanjakan voucher di toko dua puteri (simulasi MBICT4D)

warga membelanjakan voucher di toko dua puteri (simulasi MBICT4D)

Aksara – Sabtu (10/1/2016) Aksara bersama Peserta Simulasi Market Banking Information and Comunication Technology For Disaster (MBICT4D) melakukan penukaran Voucher di dukuh Kardangan, desa Purwobinangun, kecamatan Pakem, Sleman. Ini merupakan rangkaian akhir acara simulasi dan pelatihan yang diselenggarakan oleh Perkumpulan Aksara atas Dukungan OXFAM Indonesia.
Proses penukaran Kupon oleh 94 warga dusun Kardangan yang berperan sebagai penerima manfaat dengan barang di dua Toko, yaitu toko Dua Kembar dan Toko KCG dapat dikatakan berjalan dengan lancar. Beberapa kendala teknis dapat diatasi segera dan penukaran selesai tepat jam 14.00 WIB sesuai dengan rencana. Suksesnya simulasi ini tak lain berkat kerjasama warga dan perangkat dukuh dan kekompakan peserta simulasi.
Rangkaian acara simulasi MBICT4D, telah dimulai sejak hari Selasa (5/1/ 2016), dimana selama 2 hari penuh peserta simulasi diajak mengenal dan belajar Alat Kaji Cepat 48 Jam, Aplikasi survey berbasis mobile, Pre Crisis Market Mapping and Analysis (PCMMA) serta Bantuan Dana Tunai atau lebih dikenal sebagai Cash Transfer Program (CTP).
Kemudian di hari Kamis (7/1/2016) peserta diajak untuk terjun langsung ke lapangan untuk mencoba mengaplikasikan Alat Kaji Cepat 48 Jam dan Verifikasi calon penerima manfaat dengan menggunakan aplikasi perangkat survey berbasis mobile “Kobo Collect”. Peserta mendatangi beberapa rumah warga yang telah diidentifikasi sebelumnya guna memastikan data-data mereka. Hasil pendataan kemudian dikirim langsung dari HP ke server.
Pada hari yang sama, ada juga yang mendatangi toko guna memastikan kesediaan mereka untuk bekerjasama dalam program simulasi ini dengan melakukan penanda tanganan kontrak kerjasama. Selain itu juga memastikan ketersediaan stok dan harga barang-barang yang akan ditukar dengan voucher.
Pada hari ke 4, yaitu hari Jum’at (8/1/2016) Peserta melakukan distribusi Voucher dan Sosialisasi kepada masyarakat yang berperan sebagai calon penerima manfaat. Warga yang berperan menjadi penerima manfaat dan juga pemilik toko mendapatkan penjelasan tentang mengapa mereka menadapat bantuan, wujud bantuan dan tata cara penukaran Voucher dengan barang di toko yang telah ditetapkan.
Menurut Sumiati, Warga RT 1, salah satu orang yang berperan sebagai penerima mafaat, distribusi bantuan dengan menggunakan Voucher ini lebih aman.
“Selain lebih aman, kalau menggunakan voucher seperti ini, kami dapat memlih sendiri barang yang kami butuhkan,” ujarnya pada wawancara monitoring paska penukaran voucher.
Sedang menurut Bapak Djemi, selaku pemilik toko, ini merupakan pembelajaran baginya “Anda belajar dan kami sebagai pemilik toko juga belajar, kami juga membutuhkan masukan untuk perbaikan pelayanan kami kedepan,” katanya saat diwawancara.

voucher-bantuan

voucher/ kupon bantuan dengan nominal Rp. 50.000,-

Pada simulasi MBICT4D di dukuh Karadangan, distribusi bantuan menggunakan “Cash voucher”, dimana setiap warga yang berperan sebagai penerima manfaat mendapatkan 4 lembar Voucher yang bernilai masing-masing Rp. 50.000,- dengan total nilai Rp. 200.000,-. Kemudian mereka dapat membelanjakan Voucher yang mereka terima ke 2 toko yang bersedia bekerjasama pada waktu yang telah ditentukan.
Di masing-masing toko ada petugas yang telah ditempatkan untuk memverifikasi keaslian Voucher dangan Aplikasi mobile dan merekap nota-nota belanjaan masing-masing penerima manfaat. Hasil rekap voucher dan barang serta total nilai belanja akan masuk ke server sehingga dapat dilihat pada waktu itu juga oleh petugas admin. Sehingga pada saat selesai penukaran, petugas admin segera dapat mengurus pembayaran kepada pemilik toko dengan segera melalui transfer antar rekening.

Menurut peserta, distribusi bantuan semacam ini sangat mungkin dilakukan pada saat darurat, karena dengan menggunakan dukungan teknologi pendataan penerima manfaat dapat cepat dilakukan. Selain itu dengan menggunakan voucher, penerima manfaat dapat memilih barang dan kebutuhan sesuaia dengan kebiasaan mereka. Namun perlu diingat bahwa perlu dukungan teknis yang memadai untuk mengurangi kendala-kendala yang mungkin terjadi.
Sistem pendistribusian bantuan ini selain fleksibel dan memberikan kebebasan pilihan kepada penerima manfaat, juga lebih tepat guna, tepat sasaran dan menekan kemungkinan penyelewengan dana bantuan oleh pihak lain. Selain itu, karena tidak ada uang tunai yang beredar akan menjamin keamanan baik bagi petugas yang mendistribusikan bantuan, juga pada warga penerima manfaat. (Choiri)