Sedikit Cerita tentang Perempuan di Pemilihan Calon Dukuh Desa Banjarharjo

kepala dukuh terpilih dan pegiat aksara

Aksara – Minggu (21/5)  Desa Banjarharjo, Kalibawang, Kulon Progo telah melakukan proses seleksi Kepala Dukuh Salam dan Sanggrahan. Dari 8 peserta seleksi tertulis Calon Dukuh Salam dan Dukuh Sanggrahan hanya 1 perempuan yang mencalonkan diri dan sampai pada babak seleksi ujian tertulis. Namun sayang, perempuan satu-satunya ini belum mendapat nilai tertinggi dalam menjawab 100 soal yang dikerjakannya. Sehingga ia belum mempunyai kesempatan untuk menjabat sebagai Kepal Dukuh di desanya.

Proses Seleksi memperoleh hasil nilai tertinggi 89 dan tertinggi ke dua 88 poin dari 100 soal yag dikerjakan. Dari jasil seleksi tertulis ini pemilik nilai tertinggi otomatis menjadi Dukuh terpilih yaitu Suranto (40)dari Salam dan Didik Jatmiko (25) dari Sanggrahan.

Aksara yang terlibat dalam proses seleksi Minggu lalu berkesempatan untuk melakukan sedikit wawancara dengan dengan kedua calon terpilih dan satu-satunya Calon Perempuan. Aksara sedikit mengulik mengenai motivasi, rencana ke depan serta harapan-harapan tentang keterlibatan perempuan dalam pembangunan.

Pramesti, satu-satunya perempuan yang mencalonkan diri sebagai Kepala Dukuh di Desa Banjarharo mengaku bahwa nitanya untuk mengikuti seleksi ini adalah dari dalam dirinya sendiri.             “ Dusun saya itu, istilahnya mati suri, saya prihatin, saya ingin ada perubahan di banyak hal termasuk dalam pembangunan atau keterlibatan perempuannya,” ungkap Pramesti.

Ibu satu anak ini bercerita bahwa di pedukuhan tempat ia tinggal, perempuan masih sedikit terlibat dalam kegiatan pembangunan. Sehingga ia atas dukungan keluarga berani mencalonkan diri sebagai kepala Dukuh. Meskipun dalam kesempatann kali ini Pramesti tidak terpilih, Ia berharap Kepala Dukuh terpilih mampu memberi perubahan di pedukahannya. Demikian juga untuk lebih banyak melibatkan perempuan dalam pembangunan di wilayahnya.

Sementara itu, Kepala Dukuh terpilih Dukuh Salam dan Sanggrahan mengungkapkan bahwa di pedukuhan masing-masing keterlibatan perempuan dalam pembangunan masih cukup minim. Perempuan banyak berperan dalam sector domestic khususnya paling banyak di sektor pertanian.

“Perlu kegiatan-kegiatan pemberdayaan masyarakat yang lebih banyak melibatkan perempuan di tingkat pedukuhan,” ujar Didik Jatmiko. Meskipun mayoritas perempuan berprofesi sebagai petani,menurut Didik Jatmiko, bukan berarti mereka tidak bisa berkarya dalam bidang lain untuk lebih mencerminkan kekhasan wilayahnya.

Demikian juga di dukuh lainnya, Suranto (40) Kepala Dukuh Salam terpilih juga mengiyakan bahwa peran perempuan lebih banyak di sector pertanian. Sementara peran perempuan di wilayak public bahkan dalam pembangunan masih sedikit. Sebagai Kepal Dukuh terpilih ia mempunyai cita-cita untuk lebih meningkatkan peran perempuan dalam kegiatan-kegiatan pembangunan di Pedukuhannya.

Ini adalah sedikit cerita Aksara ketika terlibat dalam proses pemilihan Calon Dukuh dengan Ujian tertulis. Aksara melihat bawa ini adalah awal yang bagus ketika seorang perempuan mau terlibat dan mencalonkan diri sebagai Calon Dukuh. Atau sebagai pemimpin di lingkup wilayah yag paling dekat dengannya. Semoga ini tidak berhenti di Desa Banjarharjo saja, namun juga di Desa-Desa yang lain. Bukan hanya perempuan yang berani, namun juga laki-laki yang peduli tentang keterlibatan perempuan dalam pembangunan. Dan Semoga Aksara dilibatkan lagi dalam proses Pemilihan Dukuh selanjutnya. (Pipit)